Sosialisasi Kerja Praktek Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi

Himpunan Mahasiswa Teknik Telekomunikasi Institut Teknologi Telkom Purwokerto bekerja sama dengan Pengelola Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi menggelar kegiatan sosialisasi Kegiatan Kerja Praktek (KP) yang ditujukan bagi mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi angkatan 2015 dalam rangka mengenalkan tata kelola pelaksanaan kegiatan Kerja Praktek pada hari Jumat, 23 Maret 2018 bertempat di Ruang IoT 102 dan 103. Sosialisasi tersebut dipandu oleh Ruti Heruwanti (16101111) sebagai MC serta dosen-dosen IT Telkom Purwokerto sebagai pemateri diantaranya Ibu Norma Amalia, ST., M. Eng selaku Ketua Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi, dan Bapak Zein Hanni Pradana, S.T., M.T selaku Dosen Pengampu Matkul KP.

Tujuan pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini agar mahasiswa, khususnya angkatan 2015, mengetahui bahwa prosedur pelaksanaan kegiatan kerja praktek yang wajib diambil dan diikuti oleh mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi di semester 6 atau yang mengambil kembali mata kuliah tersebut sehingga dapat mengantisipasi kesalahan informasi bagi mahasiswa. Kegiatan Kerja Praktek ini dilaksanakan dengan harapan agar mahasiswa angkatan 2015 mampu mengimplementasika teori-teori yang dipelajari selama perkuliahan dalam kegiatan pekerjaan di dunia kerja. Selain itu,  dalam kegiatan kerja praktek ini, mahasiswa dilatih untuk mengenal ruang lingkup pekerjaan di lapangan agar dapat mengadatapsikan diri dan untuk melengkapi proses belajar di perkuliahan.

Pelaksanaan Kegiatan Kerja praktek akan dilaksanakan pada liburan semester atau pada saat peralihan semester 6 ke semester 7, dengan jangka waktu pelaksanaan sekitar 1 sampai 2 bulan,  yaitu tepatnya pada tanggal 23 Juli sampai 14 September 2018. Mata kuliah KP tersebut masuk kedalam input mata kuliah semester 7.

Ada pula persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk mengambil mata kuliah Kerja praktek, diantaranya adalah:

  1. Mahasiswa harus mengajukan surat permohonan perizinan KP ke perusahaan kepada Dosen Pengampu KP (Bapak Zein Hanni Pradana), serta melengkapi berkas kuliah seperti KSM, KTM, transkip nilai, melengkapi formulir pendaftaran, dan mengisi kuesioner daring.
  2. Mengirimkan surat permohonan perizinan KP ke perusahaan dan menunggu jawaban konfirmasi diterima atau tidaknya pelaksanakan KP di perusahan tersebut, konfirmasi diumumkan sekitar 2 sampai 3 minggu. Bila diterima, Mahasiswa harus menyerahkan surat konfirmasi penerimaan kepada dosen pengampu KP, jika tidak mahasiswa harus mengajukan kembali surat permohonan KP.
  3. Mahasiswa telah menerima pembekalan KP oleh prodi.
  4. Masing-masing Mahasiswa memiliki pembimbing KP.
  5. Selama kegiatan KP berlangsung, Mahasiswa diharapkan untuk mencatat setiap kegiatan yang berlangsung.
  6. Mahasiswa wajib menyusun laporan KP, dan melaksanakan pemaparan laporan KP yang telah dibuat dihadapan dosen pembimbing.

Selain beberapa syarat tersebut, Bapak Zein Hanni Pradana selaku dosen pembimbing menambahkan bahwa Mahasiswa dapat mengambil Mata kuliah KP apabila:

  1. Mahasiswa telah mengambil minimal 100 sks.
  2. Jumlah nilai E di dalam transkip nilai maksimal 10%.
  3. Memiliki IP minimal 2.00.

Kegiatan KP diawasi oleh dosen Pembimbing dari kampus dan dosen pembimbing dari perusahaan, konsep penilaian mata kuliah KP adalah dilihat dari pengawasan  yang dilakukan oleh dosen pembimbing yaitu sebesar 60%, dan 40% dari presentasi laporan KP.

Pelaksanaan sosialisasi kegiatan KP ini mahasiswa angkatan 2015 diharapkan mampu memahami dan mempersiapkan pembekalan diri untuk melaksanakan kegiatan kerja Prakek tersebut dengan sebaik-baiknya.

Training on Trainer – On Job Training di Metrasat

Dalam rangka penyelarasan kebutuhan dunia kerja dengan kurikulum pendidikan, Fakultas Teknik Telekomunikasi dan Elektro (FTE)  mengirimkan dua orang tenaga pengajar mata kuliah Sistem Komunikasi Satelit untuk melaksanakan On Job Training di Metrasat Bogor. Hasil pelaksanaan kegiatan dimaksud dipaparkan kepada seluruh dosen di lingkungan FTE dalam bentuk TOT pada hari Jumat, 23 maret 2018 bertempat di kampus IT Telkom Purwokerto. Bertindak selaku penyaji yaitu Yosy Rahmawati, S.ST., M.T. dari prodi D3 Teknik Telekomunikasi dan Bongga Arifwidodo, S.ST., M.T. dari prodi S1 Teknik Telekomunikasi. Pelaksanaan Training di Metrasat bertujuan untuk pengembangan modul praktikum mata kuliah Sistem Komunikasi Satelit pada Prodi D3 Teknik Telekomunikasi dan S1 Teknik Telekomunikasi, untuk peningkatan sinergitas antara dunia industri dengan dunia pendidikan tinggi, selain itu untuk peningkatan kompetensi dosen di bidang komunikasi data di kampus IT Telkom Purwokerto.

Penyajian pertama disampaiakan oleh Bu Yosy yang membahasa tentang keterkaitan modul praktikum mata kuliah Sistem Komunikasi Satelit dengan kebutuhan dunia industry khususnya komunikasi VSAT. Berdasarkan hasil OJT, beliau mendapatkan bimbingan pada bagian Datacom dan bagian Radio Frequency. Materi dilaksanakan diadakannya pelatihan kuliah umum tentang VSAT dan satelit. Sedangkan penyajian kedua oleh Bapak Bongga yang mendapatkan bimbingan pada bagian Konfigurasi VSAT IP, Aplikasi VSAT IP dan Analisa proses VSAT IP.

Pembahasan pada bagian pertama difokuskan pada pengembangan modul praktikum matkul Siskomsat yang disampaikan oleh Bu Yosy. Pengkajian modul secara teknis dalam kegiatan ini menggunakan ilmu dari engineer dengan rincian instalasi antena, pointing (penentuan lokasi yang ideal antara perangkat Akses Point Utama yang berfungsi sebagai Server ke Akses Point ke-2 yang berfungsi sebagai Client) dan tilting (pengaturan kemiringan antena yang berfungsi untuk menetapkan area yang akan menerima cakupan sinyal), dan transmisi data berbasis VSAT IP seperti:

  1. Aplikasi Intranet, webserver
  2. Aplikasi dengan trafik data yang kecil seperti ATM ( Automated Teller Machine ), Reservasi ticket
  3. Aplikasi internet seperti E-mail, Web surfing, Instan Messenger
  4. Aplikasi VOIP ( Voice Over Internet Protocol )

Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Pak Bongga tentang spesifikasi VSAT IP. Objek pengukuran yang bisa diamati saat praktek diantaranya menghitung delay  (waktu  tunda saat paket yang diakibatkan oleh proses  transmisi dari satu titik menuju titik lain yang menjadi tujuannya), menghitung Packet loss (banyaknya paket yang hilang pada suatu jaringan paket yang disebabkan oleh tabrakan (collision), menghitung kapasitas jaringan, dan menghitung penurunan paket yang disebabkan oleh habisnya TTL (Time To Live) paket. Pengujian yang dapat dilakukan pada saat pelatihan ini yaitu melakukan pemeriksaan induktivitas berbasis jaringan teknologi internet protocol (PING), perintah untuk menunjukkan rute yang dilewati paket untuk mencapai tujuan dengan melakukan mengirim pesan ICMP (tracer), melakukan pengecekan kecepatam internet (speedtest).

Selain pembahasan di atas, kegiatan Training Metrasat juga digunakan untuk mendapatkan informasi terkait ketidakseimbangan proses pengajaran dan kebutuhan dunia industry. Terdapat beberapa informasi yang dapat digunakan sebagai landasan dalam penyusunan media pembelajaran di kampus seperti kebanyakan mahasiswa yang ingin kerja praktek tetapi terkadang mereka ada yang belum mengambil mata kuliah Sistem Komunikasi Satelit, kurangnya menyediakan jalur untuk penelitian dan proyek tugas akhir untuk mahasiswa.

Pelaksanaan Kerja Praktek Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi Angkatan 2015

Sehubungan dengan pelaksanaakan Kerja Praktek bagi Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi, Kami beritahukan kepada Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi Angkatan 2015 yang akan mengajukan surat permohonan KP ke perusahaan dapat melakukan proses-proses dengan rincian sebagai berikut:

  1. Pendaftaran KP dilaksanakan oleh calon peserta secara langsung dengan cara mengisi formulir pendaftaran pada alamat tautan : https://drive.google.com/file/d/1gamk9CXwF8cIXFmMLko8MM_0-h5N066c/view?usp=sharing
  2. Formulir yang telah diisi oleh calon peserta dan ditandatangani oleh Kaprodi diserahkan kepada ke dosen pengampu KP (Pak Zein Hanni Pradana, S.T., M.T.) beserta dengan persyaratan sebagai berikut:
    a. Transkrip nilai sementara yang telah ditandatangani oleh mahasiswa, Kabag Pelayanan Akademik, dan Kaprodi;
    b. Kartu Studi Mahasiswa (KSM);
    c. Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
  3. Konfirmasi penyerahaan dokumen kepada dosen pengampu KP melalui form pada tautan bit.ly/FormPKL
  4. Surat permohonan KP ke perusahaan dapat diambil maksimal satu minggu setelah konfirmasi penyerahan dokumen ke dosen KP.
  5. Sosialiasi Kerja Praktek akan dilaksanakan hari Jumat, 23 Maret 2018 pukul 15.30 WIB di ruangan IoT102.

Demikian pengumuman disampaikan, mohon dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Apabila terdapat informasi yang belum jelas dalam pengumuman ini, dipersilahkan untuk menghubungi Pengelola Prodi.

Terima Kasih

Pengumuman Pendaftaran Peserta Pelaksana Sertifikasi CCNA Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi 2014 dan 2015

Sehubungan dengan pelaksanaakan Sertifikasi CCNA bagi Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi, dieritahukan kepada Mahasiswa S1 Teknik Telekomunikasi Angkatan 2014 dan Angkatan 2015 terkait pengumuman pendaftaran peserta sertifikasi CCNA 1, CCNA2, CCNA3, CCNA 4 (sesuai dengan lampiran pengumuman ini).

  1. Selanjutnya Kami sampaikan beberapa informasi sebagai berikut :
    Pelaksanaan kegiatan sertifikasi CCNA 1, CCNA 2, CCNA 3, CCNA 4 akan dilaksanakan pada periode 26 Maret 2018 s.d 30 Maret 2018. Ketentuan pelaksanaan kegiatan akan disampaikan oleh Instruktur CCNA pada hari pertama pelaksanaan kegiatan.
  2. Kekeliruan data yang terdapat pada lampiran pengumuman ini, harus diklarifikasi kepada Kaprodi dan/atau Sekprodi sebelum 22 Maret 2018 melalui konfirmasi langsung.

Demikian pengumuman disampaikan, mohon dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Apabila terdapat informasi yang belum jelas dalam pengumuman ini, dipersilahkan untuk menghubungi Pengelola Prodi.

Terima Kasih

Grand Opening Mentoring – Asistensi Agama Islam oleh Sentra Kerohanian Islam IT Telkom Purwokerto

Mentoring agama Islam merupakan salah satu sarana tarbiyah islamiyah (pembinaan Islami) yang didalamnya dilakukan pembelajaran Islam. Orientasi mentoring adalah pada pembentukan karakter dan kepribadian Islami peserta (syakhsiyah Islamiyah). Selain itu, kegiatan ini merupakan salah satu cara berinteraksi dengan fitrah manusia baik secara langsung (berupa kata–kata) maupun secara tidak langsung (melalui keteladanan), untuk memproses perubahan dalam diri manusia secara baik. Seperti firman Allah SWT :

“Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang–orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat – ayat Allah, membersihkan jiwa mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al Hikmah. Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan nabi) itu, mereka adalah benar – benar dalam kesesatan yang nyata.” (Qs. Ali Imran : 164)

Mentoring Agama Islam adalah kegiatan pendidikan dan pembinaan agama Islam dalam bentuk pengajian kelompok kecil yang diselenggarakan rutin tiap pekan dan berkelanjutan. Tiap kelompok pengajian terdiri atas 3-10 orang, dengan dibimbing oleh seorang pembina. Untuk memulai kegiatan mentoring maka diperlukan sebuah kajian yang mempertemukan seluruh peserta dan dikemas dengan acara Grand Opening Mentoring 2018 dengan tema “ Menjadi Teman Dunia dan Syurga”. Tujuan diselenggerakanya kegiatan Grand Opening Mentoring ini yakni:

  1. Menumbuhkan pemahaman islam secara benar dan
  2. Meningkatkan kedisiplinan
  3. Meningkatkan kesadaran untuk meningkatkan potensi
  4. Meningkatkan life skillmahasiswa untuk bekal masa depan.
  5. Meningkatkan ukhuwah Islamiyah dilingkungan

 

Acara ini diselengarakan pada Sabtu, 10 Maret 2018 yang bertempat di Aula SMK Telkom Purwokerto. Bentuk kegiatannya meliputi kajian umum, CERDIK (Ceramah Diskusi), pembagian kelompok mentoring, serta kontrak mentoring. Sasaran kegiatan ini ditujukan kepada seluruh mahasiswa/mahasiswi muslim Institut Teknologi Telkom Purwokerto khususnya mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Islam angkatan 2017. Periode pelaksaan mentoring sendiri ialah selama satu semester dalam semester genap ini.

 

Kegiatan ini wajib diikuti oleh Mahasiswa/i angkatan 2017 dan bagi yang mengulang matakuliah agama islam serta kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kawasan Telkom Terpadu.  Disamping itu, acara dipimpin oleh MC yaitu Khairul Bariyat bersama Tri Kherudin. Acara dimulai dengan sambutan dari Rektor Institut Teknologi Telkom Purwokerto yaitu Dr. Ali Rokhman, M.Si. serta sambutan dari perwakilan dosen agama yaitu bapak Imam Labib Baurrokhman, Lc.. Selanjutnya sambutan dari pembina UKM SKI yaitu bapak Muhammad Zidny Naf’an, Lc., S.Kom., M.Kom dan dilanjut dengan materi oleh bapak Ibnu Hasan, M.Si tentang “Menjadi teman sehidup sesurga”. Setelah itu dilakukan sesi tanya jawab para peserta yang sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Di akhir, acara ditutup dengan bacaan hamdalah dan do’a kafaratul majlis. Setelah penutupan acara, kemudian pembagian kelompok dan juga pertemuan dengan tentor masing-masing. Pertemuan yang pertama antara tentor dan menti tiap kelompok meliputi perkenalan diri, penjelasan sistematika mentoring dan penentuan jadwal mentoring.

Workshop Pembuatan Skema Kompetensi LSP-P1

Institut Teknologi Telkom Purwokerto menggelar workshop pembuatan skema kompetensi sertifikasi profesi dalam upaya pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi-P1  (LSP-P1) pada hari Sabtu, 10 Maret 2018 bertempat di Kampus IT Telkom Purwokerto. Kegiatan workshop dilaksanakan dengan mengundang Komisi Perencanaan dan Pengembangan BNSP, Ir. Muhammad Najib, M.B.A. Pelaksanaan workshop pembuatan skema kompetensi sertifkasi profesi bertujuan sebagai langkah awal pembentukan LSP-P1 bagi civitas akademik IT Telkom. Sasaran akhir yang ingin dicapai yaitu penyediaan skema kompetensi oleh semua program studi di lingkungan IT Telkom Purwokerto sehingga diharapkan dapat menghasilkan lulusan-lulusan dengan sertifikasi profesi di bidang masing-masing.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Bapak Alfin Hikmaturokhman, S.T., M.T. Dalam sambutan beliau menyampaikan alasan-alasan pembuatan LSP-P1 di lingkungan IT Telkom Purwokerto. Kegiatan selanjutnya yaitu pelaksanaan workshop yang diawali oleh paparan materi oleh Bapak Ir. Muhammad Najib, M.B.A. Berdasarkan uraian beliau, proses pembentukan LSP-P1 memiliki beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pengusul sebelum diusulkan kepada BNSP yaitu:

  1. Menetapkan standar kompetensi kerja yang akan diujikan bagi peserta sertifikasi;
  2. Menyusun skema sertifikasi yang akan diujikan;
  3. Menyusun perangkat dan materi uji kompetensi;
  4. Menyediakan tempat uji kompetensi;
  5. Melaksanakan uji coba skema sertifikasi dalam skala terbatas
  6. Peserta sertifikasi kompetensi kerja
  7. Mempersiapkan Asesor Sertifikasi kompetensi

Semua persyaratan tersebut harus telah tersedia sebelum pengajuan usulan ke BNSP. Setelah proses pengajuan usulan, BNSP akan melakukan verifikasi lapangan sebanyak dua kali kemudian baru diplenokan untuk mendapatkan penetapan LSP-P1 oleh BNSP. Standar kompetensi kerja yang digunakan meliputi SKKNI, Standar Internasional, dan Standar Khusus. Jenis skema kompetensi sertifikasi profesi yang dapat diajukan oleh LSP-P1 meliputi :

  1. Skema KKNI (Kerangka Kualifikasi NasionaI Indonesia) melihat program studi yang terdapat di IT Telkom Purwokerto, Level KKNI yang dapat diajukan yaitu level 5 untuk program studi D3 dan level 6 untuk program studi S1.
  2. Skema Okupasi Skema ini menyesuaikan dengan okupasi nasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia. Bidang ICt dapat merujuk pada okupasi nasional yang dikeluarkan oleh KOMINFO.
  3. Skema Klaster

Setelah pelaksanaan paparan, kegiatan workshop dilanjutkan dengan asistensi skema kompetensi yang telah disusun oleh tim masing-masing prodi. Terdapat lima skema yang diasistensikan langsung bersama yaitu satu skema dari Teknik Telekomunikasi, satu skema dari Teknik Informatika, satu skema dari Sistem Informasi, satu skema dari Teknik Industri, dan satu skema dari Desain Komunikasi Visual. Dari gambaran skema yang disampaikan masih terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki seperti penyesuaian dengan SKKNI dan okupasi nasional. Langkah selanjutnya yang disarankan oleh narasumber yaitu melakukan pelatihan Asesor Kompetensi.